Jumat, 19 Februari 2010

Huh! Rasanya Basah!!

Basah-basahan di pagi hari? Ihh.. jadi ingat Mariska Lubis!! Pagi yang basah mendesah.. uhmmm dan pagi ini rasanya memang benar-benar basah bo!!

Jangan berfikir saru atau porno karena saya tidak mau tulisan ini kena bredel RPM Konten dan Multimedia lho.. Apalagi sampai ada komentar yang berbau pornografi karena penulis tidak bertanggung jawab atas komentar-komentar yang hadir setelah tulisan ini, seperti yang ditulis Edi Santana Sembiring.

Tapi pagi ini memang basah, dan benar-benar basah..

Memasuki kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur saya jadi ingat dengan perkampungan yang hidup dari sampan ke sampan di Banjarmasin. Kampung yang unik karena hampir semua aktifitas dilakukan diatas sampan. Bahkan ada sebuah pasar yang menjajakan dagangannya dari atas perahu di Pasar Terapung Muara Kuin, tempat yang tetap terkenal hingga sekarang.

Sedari kemarin Kampung Melayu dan sekitarnya mendapatkan sebuah bingkisan banjir dari Bogor, daerah dimana SBY bermukim. Layaknya pragawati yang sedang melenggak-lenggok di atas catwalk bingkisan itu sangat cantik dan dapat dinikmati langsung oleh sekurangnya 510 orang yang saat ini sedang menonton di gedung bekas Bioskop Nusantara, Jalan Jatinegara Barat. Entah apa yang mereka tonton, wong di gedung bekas?! (disini)

Bingkisan ini juga sering disebut Banjir Kiriman. Secara bahasa mungkin “benar” karena berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) banjir dapat diartikan air yang banyak dan deras, atau peristiwa terbenamnya daratan. Jadi Banjir Kiriman bisa berarti kiriman air yang sangat banyak hingga membenamkan daratan??

Tapi kenapa selalu Bogor yang disebut-sebut sebagai penyebab banjir di Ibukota yach??

Bogor yang dikenal sebagai kota hujan merupakan daerah hulu untuk Kali Ciliwung, kali yang membelah Jakarta. Aliran air ini mengalir dari Bendungan Katulampa menuju Manggarai, menyusuri perkampungan padat dan akhirnya ke laut setelah melewati Kali Angke.

Disaat curah hujan tinggi maka pintu air di Bendungan Katulampa akan dibuka, dan air akan mengalir menuju Manggarai. Sebuah karya perpaduan saluran air alami dan buatan yang sangat indah, membuat saya bertanya kenapa masih ada banjir?

Musibah banjir kali ini seperti Lagu Lama Kaset Baru, karena terus saja terjadi. Tiap tahun daerah yang terkena banjir bukannya berkurang malah menambah wilayah baru. Penyebabnya juga beragam dari pendangkalan kali, sedikitnya ruang terbuka hijau, kepadatan penduduk bantaran kali, jumlah pepohonan, hingga gaya hidup menyampah.

Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta yang mengaku sebagai Ahlinya Banjir pada PilGub kemarin dalam kunjungan ke tekape di siaran berita TV One mengatakan, akan mengatasi masalah banjir ini dengan dua langkah yaitu mengeruk Kali Ciliwung dan membuat tembusan Kali Ciliwung ke Banjir Kanal Timur, hingga aliran air bisa diteruskan ke laut. Semoga saja cepat direalisasikan, karena masih ada penyebab lain yang belum diberikan solusinya yaitu yang tadi diatas, sedikitnya ruang terbuka hijau, kepadatan penduduk bantaran kali, jumlah pepohonan, dan gaya hidup menyampah.

Selama ke-empat penyebab tersebut masih belum ada solusinya maka Jakarta akan selalu dilanda banjir. Ini ramalan saya lho.. kalau meleset jangan marah, karena Mama Lauren saja bisa salah he…

Ada sebuah gagasan untuk memancing ide para petinggi kita mengatasi masalah ini. Mungkin rada gila, tapi rasanya patut dicoba. Seandainya saja SBY atau Fauzi Bowo mau bertukar peran dengan mereka yang hidup di bantaran kali, satu malam saja di musim penghujan ini (seperti reality show Jika Aku Menjadi) maka pagi ini mereka pasti akan mengatakan "Huh! Benar-benar pagi yang basah!!"
Baca Selengkapnya..

Selasa, 16 Februari 2010

Contoh Kegiatan Greenwashing

Awas.. Greenwashing..! Apa sich Greenwashing?? Yang pasti bukan mencuci dengan sabun ijo lho hehe..

Greenwashing sering banget dilakukan untuk memerbaiki citra perusahaan terhadap masalah lingkungan, seperti perusahaan kertas yang merambah hutan secara membabi buta kemudian mengklaim produknya adalah hasil pengembangan teknologi yang ramah lingkungan. Kebangetan kan?? Atau beberapa contoh lain yang sering kita jumpai seperti berikut.

Supermarket

Supermarket atau pasar swalayan merupakan salah satu penyumbang limbah kantong plastik paling banyak. Bagaimana tidak, barang belanjaan akan dibungkus berdasarkan jenis, dan ukuran.

Suatu waktu mungkin kita pernah melihat slogan “Mari Selamatkan Lingkungan, Batasi Penggunaan Kantong Plastik Anda Sekarang!” di supermarket, tapi prakteknya si mbak atau mas kasir tetap saja membungkus barang belanjaan dengan kantong plastik, dan tidak ada tawaran untuk menggunakan tas kain. Gile aje?!

Bazaar, Konser, dan Peluncuran Produk Ramah Lingkungan

Perayaan apapun pasti menyisakan sampah yang lebih banyak dari biasanya. Setujuu..?

Perusahaan yang sedang menarik konsumen terutama anak muda biasanya akan mengadakan kegiatan-kegiatan seperti bazaar ataupun konser musik.

Cermati dech, produk ramah lingkungan harusnya dihasilkan dari teknologi ramah lingkungan, dan dari perusahaan yang ramah lingkungan juga. Otomatis apapun kegiatan perusahaan ditujukan untuk menjaga kelestarian lingkungan, betul? Tapi coba lihat apakah perusahaan tersebut sudah benar-benar menerapkan prinsip ramah lingkungan? Adakah tempat pemilahan sampah kegiatan? Bagaimana penanganan sampah pasca kegiatan? Apa saja materi yang digunakan? dll.

Penanaman Pohon

Janji sebutir benih adalah hutan. Pesan benih kepada alam yang ditorehkan begitu indah oleh kawan Syam.

Membiayai kegiatan penanaman sejuta pohon atau menjadi penggerak kegiatan belum berarti menandakan perusahaan tersebut “Green”. Lihat aja pohon yang sudah ditanam! Apa tetap diurus atau dibiarkan begitu saja?? Karena membiarkan satu benih pohon sama saja membuyarkan hutan.

Kegiatan Bersih Sampah

Selain penanaman pohon, bersih-bersih sampah juga menjadi kegiatan yang sering diandalkan. Tapi… masa bersih sampah di tempat wisata?? Belum lagi karena yang ikut biasanya rombongan keluarga, yang serius bersihin sampah ya bersihin.. yang buang sampah sembarang juga tetap diterusin. Keluarga aneh dalam kegiatan aneh! hehe..

Satu lagi yang aneh dari kegiatan bersih sampah ini..

Sampah yang ditinggalkan selepas kegiatan justru lebih banyak dari jumlah sampah yang dibersihkan sebelumnya!! Nah lho…

Kalau begini siapa yang benar-benar aneh??

Semuanya ini pernah terjadi dan dilakukan oleh perusahaan besar di Indonesia bo!
Serta masih banyak kegiatan Greenwashing lainnya, seperti disini.

Semoga saja kita lebih waspada, selanjutnya Bagaimana Cara Menghadapi Greenwashing? Sabar… hehe..
Baca Selengkapnya..

Selasa, 09 Februari 2010

Apa Resolusi Hijaumu?

40 hari berlalu sejak suara terompet itu saling bersahutan, mengalahkan desingan kembang api malam tahun baru. Kemeriahan pesta pergantian tahun dimana-mana, dan ada juga mereka yang melewati perayaan tahun dengan merenung dan berdoa di rumah, atau menonton sajian akhir tahun di televisi.

Dalam hati kita semua sama.. Berharap semoga tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya.

Karir yang menanjak, segera lulus kuliah, cepat dapat kerja, menemukan belahan jiwa, diberikan keturunan, dan lain sebagainya dengan satu tujuan utama yaitu kehidupan yang lebih baik. Betul gak sich??

Lalu apa resolusi hijaumu kawan?

Hijau jika diartikan yaitu warna yang menyerupai warna daun, atau gabungan warna biru dan kuning, terkadang juga menjadi kiasan untuk seseorang yang belum berpengalaman (KBBI). Namun hijau disini bukanlah itu semua, tapi merupakan kiasan untuk alam, bumi, lingkungan, atau upaya pelestarian alam. Jadi tepatnya, “Apa resolusi yang akan kita lakukan untuk menyelamatkan lingkungan ini?”

Menjadi manusia hijau atau manusia yang peduli terhadap lingkungan tidak serumit yang dibayangkan lho. Karena pada dasarnya kita semua sama seperti orang kebanyakan, lahir ke dunia dengan pola pikir yang tidak jauh berbeda terhadap masalah lingkungan. Termasuk saya.

Cuek! Ya, saya juga orang yang sangat cuek dan suka membuang sampah sembarangan.

Egois! Memikirkan hidup saja sudah membuat pusing apalagi untuk memikirkan bumi ini.

Rasanya waktu itu hanya dengan kawatir saja sudah cukup menunjukkan kepedulian saya akan keadaan lingkungan. “Lah dari sononya juga begitu ngapain kita pusing-pusing. Yang lain aja juga gak peduli kok!”

Mengubah kebiasaan yang sudah bertahun-tahun bahkan puluhan tahun memang tidak mudah, tapi semua bisa dilakukan secara bertahap. Bener dech..!

Caranya sama seperti waktu ujian di sekolah dulu, salah seorang guru akan mengatakan “Jangan terpaku pada satu soal saja. Ingat ya! Kerjakan dulu soal yang kamu anggap mudah!”

Begitu juga dengan mengubah gaya hidup, lakukanlah hal yang kita anggap paling mudah dikerjakan. Contohnya, seperti membuang sampah di tempat sampah, mengurangi penggunaan kemasan sachet, memilah sampah rumah tangga, dan seterusnya. Mudah bukan??

Setelah hal-hal mudah tersebut bisa kita lakukan dengan konsisten, maka selanjutnya tambahkan daftar hijau lain yang ingin dilakukan. Karena untuk ramah terhadap lingkungan tidak berhenti sampai disitu saja :)

Saat ini sayapun memiliki resolusi hijau untuk 2010, “mau ngurangin beli makanan di luar. kalau kepengen banget makan ditempat langsung. kalau terpaksa harus bungkus buat orang di rumah seperti martabak, dll harus pake kotak makan sendiri, atau gak usah beli sama sekali.”

Resolusi hijau itu saya ikrarkan di dalam diri sendiri, dan dimuat dalam milis komunitas Green Lifestyle (tanpa mengubah tulisan asli). Dengan harapan bisa menjadi pengingat jika kemudian saya lupa.

Komunitas Green Lifestyle sendiri bukan sebuah sekte atau organisasi yang mengikat tapi merupakan sebuah wadah untuk masyarakat luas saling berinteraksi, bertukar pikiran tentang masalah-masalah lingkungan dan alam tanpa adanya keterikatan diantara anggotanya, artinya siapapun bisa bergabung, dan siapapun bisa keluar dari sana.

Oleh karena itu di dalam tulisan kali ini, saya ingin mengajak teman-teman menemukan sendiri apa resolusi hijau yang ingin dilakukan. Dimulai dari hal yang kecil dan mudah dilakukan.

Terinspirasi dari teman-teman komunitas Green Lifestyle mari kita renungkan sejenak, dan sampaikan “Apa resolusi hijaumu di tahun ini?”
Baca Selengkapnya..

Senin, 08 Februari 2010

Obama Gegerkan Kegiatan Bersih Sampah Jakarta

Kehadiran Obama dalam kegiatan bersih sampah di Muara Angke, Jakarta Utara sontak membuat peserta heboh. Pasalnya orang nomor satu di Amerika Serikat ini datang tanpa pengawalan yang sangat ketat, dan ikut membersihkan hutan mangrove terakhir di Jakarta pada 7 Februari 2010.

Kegiatan bersih sampah ini tepatnya berada di Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA), merupakan kawasan konservasi lahan basah yang sangat tercemar limbah dan sampah. Begini ceritanya..

Memeringati Hari Lahan Basah Sedunia pada 2 Februari 2010 kemarin, sekelompok relawan lahan basah Jakarta yang bernama Jakarta Green Monster (JGM) mengadakan kegiatan Sensus Burung Perairan dan Aksi Bersih Sampah Angke. Pada kegiatan Sensus Burung Perairan di SMMA tersebut berhasil ditemukan 20 spesies, dua diantaranya dengan status terancam punah yaitu Bubut Jawa (Centropus nigrorufus) dua ekor dan Jalak Putih (Sturnus melanopterus) satu ekor.

Aksi Bersih Sampah Angke merupakan kegiatan rutin triwulan yang diselenggarakan JGM untuk mengurangi kerusakan hutan mangrove SMMA. Kegiatan ini sudah berlangsung untuk kesekian kali, dan bertepatan dengan Hari Lahan Basah Sedunia komunitas JGM mengadakan Aksi Bersih Sampah Angke ke-17.

Kegiatan dimulai dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB dan diikuti oleh 243 peserta dari berbagai kalangan seperti pelajar SMA, panti asuhan, pecinta alam, keluarga karyawan KBR, dan masyarakat umum.

Untuk memudahkan pengumpulan sampah panitia membagi peserta menjadi enam kelompok yang tersebar di enam titik, mulai dari gerbang SMMA sampai ujung muara.

Melihat semangat para peserta patut kita acungi jempol karena walaupun bukan untuk kepentingan pribadi mereka rela berkotor-kotoran, bermain lumpur hingga berenang hanya untuk memunguti sampah, dan dari sampah yang dikumpulkan ternyata ada juga peserta yang menemukan sampah-sampah aneh lho. Kok aneh?

Bukan karena sampah tersebut berada di tempat yang tidak seharusnya yaitu tempat pembuangan sampah, tapi karena sampah tersebut ternyata berupa jok mobil dan kasur!! Kira-kira siapa ya yang tidur malam-malam di tengah rawa?

Selesai memunguti sampah, pada pukul 10.00 WIB panitia mengisi acara dengan pementasan musik dari Sanggar Daun untuk menghibur peserta yang sudah bermandi keringat dan lumpur.


Sanggar Daun bukanlah band terkenal bukan pula band ibu kota, tapi sebuah organisasi massa yang fokus kegiatannya pada masalah sosial dan anak jalanan, hebat kan?! Pada kegiatan ini mereka membawa timnya yang beranggotakan tiga orang dari bidang seni musik, dan menyayikan lagu-lagu bertemakan sosial dan alam.

Setelah menyayikan empat buah lagu, pembawa acarapun memanggil tamu terhormat Barack Obama untuk membacakan hasil pungutan sampah yang sudah ditunggu-tunggu oleh peserta dan tiba-tiba gerr……………… tawa perserta memenuhi SMMA. Seorang pria datang dengan setelan jas coklat, berdasi dan memakai kaca mata hitam.

"Ternyata Obama aspal!!" Celetuk Wawan seorang peserta kegiatan dari Kelurahan Kapuk sambil tertawa terbahak-bahak. Obama aspal tersebut adalah anggota Teens Go Green binaan Yayasan Kehati yang difasilitasi oleh Ancol Sayang Lingkungan. "Kami sengaja menampilkan seseorang yang mirip ataupun dimiri-miripkan dengan Presiden Obama untuk mengisi acara hiburan, dan mengambil isu kedatangan Barack Obama asli Maret nanti di Jakarta” ujar Riki selaku ketua panitia.

Obama aspal kemudian membacakan total perolehan sampah pada kegiatan kali ini, dan hasilnya sebanyak 578,4 kilogram sampah berhasil diangkut dari SMMA dalam waktu dua jam, terdiri dari 393,1 kilogram sampah plastik dan 185,3 kilogram sampah non plastik .

"Semoga dengan kegiatan ini kelestarian SMMA dapat terjaga, buat teman-teman yang belum sempat mengikuti kegiatan ini jangan khawatir karena tiga bulan kedepan masih akan diadaan kegiatan serupa." tambah Riki.
Baca Selengkapnya..

Senin, 01 Februari 2010

Bersih Sampah Angke - Hari Lahan Basah Sedunia 2010

Caring for Wetlands – An Answer To Climate Change.

Dalam rangka memeringati Hari Lahan Basah Sedunia pada bulan Februari ini Jakarta Green Monster kembali mengadakan acara Bersih Sampah Angke.

Mari gulung lengan bajumu untuk membersihkan sampah bersama Jakarta Green Monster dan masyarakat lainnya.

Tentang Hari Lahan Basah Sedunia

Pada 2 Februari 1971 Konvensi Lahan Basah yang disebut Konvensi Ramsar resmi ditandatangani di Kota Ramsar, kota yang terletak di pantai Laut Kaspia, Iran. Hari Lahan Basah Sedunia kemudian diperingati setiap tanggal 2 Februari dan untuk pertama kali pada 1997.

Setiap tahun, lembaga pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan kelompok masyarakat serta seluruh lapisan komunitas mengambil peran dalam aksi meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai dan manfaat lahan basah secara umum.

Sejak tahun 1997 hingga 2007, konvensi telah melaporkan bahwa 95 negara telah melakukan aktivitas perayaan Hari Lahan Basah Sedunia dalam berbagai bentuk, dari seminar dan kuliah singkat, lintas alam, kontes seni anak-anak, balap sampan, hingga aksi bersih (clean-up day) yang dilakukan komunitas masyarakat, dan sebagainya.

Mengapa bersih sampah?

Sampah-sampah yang mengalir masuk ke SMMA menutupi akar mangrove dan menyebabkan pohon-pohon tersebut mati. SMMA merupakan rumah bagi 7 spesies mangrove, 91 spesies burung seperti Bangau Bluwok, Kareo Padi, dan Pecuk Ular Asia, monyet ekor panjang, serta flora dan fauna lainnya.

Kawasan ini juga menjadi tempat perlindungan bagi burung Bubut Jawa (Centropus nigroforus) yang merupakan burung endemik Pulau Jawa. Saat ini Bubut Jawa berjumlah tidak lebih dari 10 ekor.

Jakarta yang merupakan hutan beton ternyata masih memiliki lahan basah dan dihuni oleh berbagai jenis burung. Tanpa lahan basah ini Jakarta bisa lebih kebanjiran dan tenggelam karena air pasang.

Kosongkan jadwal mari selamatkan lahan basah tersisa di Jakarta dari tumpukan sampah pada :

Minggu, 7 Februari 2010.
Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA).
Pukul 08.00 – 12.00 WIB.

~ooOoo~

Bagaimana Menuju Suaka Margasatwa Muara Angke?

I. Menggunakan Kendaraan Umum

1. Bus TransJakarta

Naik jurusan Harmoni - Kalideres, turun di Halte Jelambar (samping Citraland). Cari angkot berwarna merah nomor B01 jurusan Grogol - Angke. Turun di pintu gerbang Pantai Indah Kapuk (tepat di ujung Jl. Muara Karang, ditandai dengan Pizza Hut). Lanjutkan dengan berjalan kaki masuk ke Pantai Indah Kapuk, setelah menyeberang jembatan (sekitar 50 meter dari gerbang) di sebelah kanan Anda adalah Suaka Margasatwa Muara Angke.

Ikuti jalan setapak di seberang kompleks ruko Meditarania Niaga, pintu masuk Suaka Margasatwa Muara Angke sekitar 300 meter dari jembatan.

2. Bus dari Terminal Grogol

Naik kendaraan apa saja yang berhenti di Terminal Grogol. Cari angkot berwarna merah nomor
B01 jurusan Grogol - Angke. Turun di pintu gerbang Pantai Indah Kapuk (tepat di ujung Jl. Muara Karang, ditandai dengan Pizza Hut). Lanjutkan dengan berjalan kaki masuk ke Pantai Indah Kapuk, setelah menyeberang jembatan (sekitar 50 meter dari gerbang) di sebelah kanan Anda adalah Suaka Margasatwa Muara Angke.

Ikuti jalan setapak di seberang kompleks ruko Meditarania Niaga, pintu masuk Suaka Margasatwa Muara Angke sekitar 300 meter dari jembatan.


3. Bus dari Terminal Blok M

Naik bus Steady Safe Non AC No 37 Jurusan BLOK M - Muara Angke. Bus ini umumnya tidak sampai Muara Angke, hanya sampai Megamall Pluit.

Dari Megamall Pluit dilanjutkan dengan naik angkot sebanyak dua kali. Angkot pertama bernomor 11, dengan ongkos Rp. 2000 turun di Jl Mandara. Dari tempat tersebut naik angkot berwarna merah yang melewati kawasan Pantai Indah Kapuk dengan ongkos Rp. 1000. Turun di depan ruko Mediterania. P
intu masuk Suaka Margasatwa Muara Angke tepat bersebrangan dengan ruko Mediterania.

II. Menggunakan Kendaraan Pribadi Roda Empat atau Lebih

1. Melalui Tol Dalam Kota

Ambil pintu keluar Pluit. Ikuti jalan melintasi Mega Mall Pluit. Lurus hingga masuk Jl. Muara Karang yang ditandai dengan perempatan dengan jembatan. Ikuti terus sampai ujung Jl. Muara Karang, ditandai dengan Pizza Hut.

Belok ke kiri, masuk ke Pantai Indah Kapuk, setelah menyeberang jembatan (sekitar 50 meter dari gerbang) di sebelah kanan Anda adalah Suaka Margasatwa Muara Angke. Anda bisa parkir kendaraan di kompleks ruko Meditarania Niaga, persis di seberang pintu masuk Suaka Margasatwa Muara Angke.

2. Melalui Tol Bandara

Ambil pintu keluar Pantai Indah Kapuk. Masuk dalam kompleks Pantai Indah Kapuk. Ikuti jalan yang menuju Mediterania. Anda bisa parkir di kompleks ruko Meditarania Niaga, persis di seberang pintu masuk Suaka Margasatwa Muara Angke.

III. Menggunakan Motor atau Sepeda

Dari arah Grogol, masuk ke Jl. Jembatan Tiga, ikuti hingga Jl. Jembatan Lima. Ikuti terus jalan utama sampai melewati Mega Mall Pluit. Lurus hingga masuk Jl. Muara Karang yang ditandai dengan perempatan dengan jembatan. Ikuti terus sampai ujung Jl. Muara Karang, ditandai dengan Pizza Hut.

Belok ke kiri, masuk ke Pantai Indah Kapuk, setelah menyeberang jembatan (sekitar 50 meter dari gerbang) di sebelah kanan Anda adalah Suaka Margasatwa Muara Angke. Anda bisa parkir kendaraan di kompleks ruko Meditarania Niaga, persis di seberang pintu masuk Suaka Margasatwa Muara Angke.

Catatan:

Warga sekitar Suaka Margasatwa Muara Angke mengenalnya dengan nama Cagar Alam. Jadi, jika Anda hendak bertanya, tanyakan di mana lokasi cagar alam.

Informasi lebih lanjut, hubungi:

Yulia : 081314366870
Hendra : 08157988053

*) Sumber : jgm.or.id
Baca Selengkapnya..

Minggu, 31 Januari 2010

Asian Waterbird Census 2010 - Muara Angke

Dua spesies burung terancam punah ditemukan pada kegiatan Asian Waterbird Census Sabtu, 30 Januari 2010 di Muara Angke, Jakarta Utara.

Asian Waterbird Census merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun dalam rangka merayakan Hari Lahan Basah Sedunia (World Wetland Day) yang jatuh tiap 2 Februari. Di Jakarta kegiatan ini dikuti oleh beberapa relawan dan pemerhati burung (Birdwatcher) berpusat di Muara Angke, tepatnya di Suaka Margasatwa dan Hutan Lindung Muara Angke yang luas total kedua area hanya +/- 76 Ha.

Kegiatan Asian Waterbird Census dilaksanakan juga di beberapa kota lain di Indonesia dan Negara Asia, data pengamatan tiap-tiap kota akan dikumpulkan dan dijadikan bahan acuan keberadaan burung air tawar dan laut se Asia.

Dari hasil sementara wilayah Jakarta ditemukan 20 spesies burung perairan dan 2 spesies burung hutan yaitu Cica Daun Sayap Biru (1 ekor) dan Empuloh Jangut (1 ekor). Keberadaan kedua burung tersebut di areal yang tidak semestinya bisa jadi dikarenakan burung peliharaan yang terlepas.

Spesies burung perairan yang ditemukan yaitu :

  1. Pecuk Ular (33 ekor)
  2. Kowak Malam (13 ekor)
  3. Kuntul Besar (5 ekor)
  4. Kuntul Kerbau (3 ekor)
  5. Cangak Abu (36 ekor)
  6. Itik Benjut (8 ekor)
  7. Kareo Padi (14 ekor)
  8. Mandar Batu (2 ekor)
  9. Pecuk Padi Hitam (9 ekor)
  10. Kokokan Laut (11 ekor)
  11. Bambangan Hitam (2 ekor)
  12. Kuntul Kecil (12 ekor)
  13. Blekok Sawah (46 ekor)
  14. Trinil Pantai (4 ekor)
  15. Cangak Merah (2 ekor)
  16. Bambangan Kuning (1 ekor)
  17. Bambangan Merah (3 ekor)
  18. Kuntul Sedang (2 ekor)
Sedangkan dua spesies terancam punah yaitu Bubut Jawa (2 ekor) dan Jalak Putih (1 ekor).
Baca Selengkapnya..

Kamis, 28 Januari 2010

Menggunakan Air Bekas? Kenapa Tidak

Bagi Anda yang saat ini masih menikmati air bersih dengan mudah, Anda termasuk beruntung karena suatu saat nanti akan datang giliran Anda.

Krisis air tanah akibat meningkatnya suhu permukaan bumi menjadi salah satu faktor sulitnya mendapatkan air bersih. Dibeberapa daerah masalah kekurangan air tanah sudah menjadi biasa apalagi pada musim kemarau. Untuk mendapatkan air tanah, mereka harus menunggu Subuh kemudian mengalirkannya ke bak-bak kamar mandi dan tempat cuci.

Pengalaman ini pernah saya rasakan ketika kuliah dulu di Bandar Lampung. Saya kost di jalan Dahlia, Gedung Meneng kira-kira 1 km dari kampus. Kesibukan anak kost seperti biasa, kalau ada kuliah bagun pagi, mandi, sarapan, dan berangkat ke kampus. Tidak jarang juga malah nyangkut di kantin atau kampus orang lain hehe…

Kost yang saya tempati diisi 12 mahasiswa dengan masing-masing orang per kamar. Setiap pagi rutinitas yang kami lakukan hampir sama kalau tidak mandi ya cuci baju. Masalah antar anak kost sering timbul ketika musim kemarau datang. Bagi yang bangun kesiangan sudah pasti tidak akan mendapatkan air walaupun hanya untuk sikat gigi. Akibatnya saling menyalahkan antar penghuni kost, yang bangun kesiangan marah karena tidak disisakan air, yang bangun lebih awal tidak mau disalahkan menghabiskan air.

Cekcok antar teman kadang juga berujung tidak saling tegur satu sama lain bahkan berkelahi. Kalau sudah begini biasanya bapak kost akan coba melerai, dan sebagai solusi air PDAM yang mengalir ke rumah bapak kost dibagikan. Kebetulan kost saya tidak jauh dengan induk semang jadi dengan selang saja sudah bisa mengalirkan air. Tapi lagi-lagi PDAM juga tidak memiliki stok air yang banyak, hanya satu bak kamar mandi yang terisi. Kejadian ini kami alami setiap tahun dan berlangsung selama kurang lebih 4 bulan di tiap tahunnya.

Air tanah sendiri menurut definisi adalah air yang tedapat di dalam permukaan tanah dan merupakan salah satu sumber daya alam yang sulit tersedia. Air tanah biasanya dijerap oleh akar tanaman dan digunakan sebagai asupan nutrisi tanaman atau kemudian dimanfaatkan oleh makhluk hidup lain, termasuk manusia. Krisis air tanah yang terjadi saat ini dikarenakan ulah manusia jauh sebelumnya. Penebangan hutan, pertumbuhan tempat pemukiman baru yang tidak memerhatikan aspek lingkungan, hingga sifat boros manusia itu sendiri.

Krisis air tanah saat ini mungkin belum begitu terasa di kota-kota lain, tapi lambat laun bukan tidak mungkin ini terjadi jika kita tidak bijak dalam menggunakan air. Memang permasalahan ketidak tersediaanya air tanah dikarenakan semakin berkurangnya lahan terbuka hijau yang kita miliki. Sembari terus mengupayakan adanya lahan terbuka hijau di daerah pemukiman, ada hal lain yang dapat kita lakukan seperti menanam pohon berkayu di tanah (bukan di pot), menghemat air bersih, dan menggunakan kembali air bekas untuk keperluan lain.

Air bekas?

Ya. Anda dapat menggunakan air bekas untuk menghemat penggunaan air bersih. Air bekas tidak berbahaya jika anda menggunakannya dengan tepat. Air bekas tersebut bisa berasal dari sisa mencuci / membilas pakaian, mengepel lantai, mencuci piring, mencuci beras dan sayuran, ikan, daging, bahkan air bekas kompres ketika si kecil terkena demam.

Memanfaatkan air bekas yang paling mudah yaitu menyiramnya ke tanaman. Tapi tidak semua air bekas dapat disiramkan karena salah-salah bukan membuat tanaman semakin subur tapi malah membuatnya menderita.

Air bekas yang baik untuk menyiram tanaman yaitu air yang telah digunakan untuk mencuci bahan makanan seperti beras, sayur, dan lainnya karena memiliki kandungan nutrisi yang baik. Sedangkan untuk air bersabun sebaiknya digunakan sebagai siraman awal saat mencuci kendaraan. Jika takut merusak cat, air tersebut dapat digunakan untuk mencuci ban atau bagian bawah kendaraan. Serta masih banyak lagi kegunaan air bekas jika kita mau peduli.

Cerita 12 mahasiswa di atas kalau dilihat mungkin seperti kelakuan anak-anak yang belum dewasa, tapi… coba Anda banyangkan jika itu terjadi pada 12 rumah yang saling berdekatan, atau 12 komplek perumahan dan Anda ada di dalamnya. Perang antar tetanggakah atau keributan antar komplek perumahan yang terjadi?

Semoga kita lebih bijak menggunakan air.
Baca Selengkapnya..

Sabtu, 23 Januari 2010

Sampah Dapur Yang Menggelinjang

Menggelinjang tidaklah porno. Menggelinjang merupakan rangkaian ekspresi yang dihasilkan dengan spontan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menggelinjang bisa diartikan mendompak-dompak, berjingkrak-jingkrak atau bergerak-gerak karena geli.

Sampah dapur yang kegelian? Hahahahaha… Tulisan ini membahas bagaimana mengelitiki sampah sisa sayur di dapur hingga menjadi bahan penyubur tanah atau tanaman yang biasa disebut kompos, dan lanjutan dari tulisan ini.

Saat memasak sayur, sisa yang tidak terpakai sebaiknya jangan langsung dibuang karena dapat dijadikan kompos untuk menyuburkan tanaman di rumah. Bagaimana caranya? Ikuti tips membuat kompos untuk skala rumah tangga berikut.

  1. Cacah sisa sayuran hingga berukuran kecil seperti kulit jagung, batang sawi, kulit bawang dan sayur lain kira-kira 2 atau 3 centimeter.
  2. Siapkan mikro organisme pengurai EM4 dan pupuk kompos yang sudah jadi. Anda dapat membelinya di toko tanaman, campur dan aduk hingga rata.
  3. Masukkan semua ke dalam keranjang takakura.
  4. Aduk dan tutup rapat wadah tersebut agar tidak ada binatang yang masuk.
  5. Simpan di tempat yang aman dari sinar matahari dan tunggu selama 5 - 7 hari.
Selama proses pengomposan, Anda masih bisa menambah sisa sayuran ke dalam keranjang takakura. Aduk rutin satu hari sekali sehingga semua terdekomposisi sempurna.

Jangan masukkan sisa makanan yang sudah dimasak walaupun itu bahan organik seperti sayur sop, sayur asem, atau sayur lodeh dan lainnya karena sudah mengandung minyak. Sisa makanan yang dicampur akan mengembangbiakkan bakteri-bakteri lain.

Hasil pengomposan nantinya berupa padat dan cair. Selama proses pembentukan kompos padat, Anda dapat memanfaatkan kompos cair dengan cara menyemprotkannya ke tanah dan / atau tanaman menggunakan botol spray.

Buat yang tidak memiliki keranjang takakura, Anda dapat membuatnya sendiri disini.

Selamat tertawa dan menggelinjang bersama sampah dapur :)
Baca Selengkapnya..